Postingan

film sebagai cerita dan produk komersial

  saat aku memandang film sebagai cerita, aku menikmati sekuel, prekuel dan spin off-nya. aku menganggapnya sebagai perluasan cerita. aku jadi lebih mengenali tokoh-tokohnya, dunia dan kehidupannya. tapi saat melihat sekuel dsb sebagai franchise, aku jadi tidak menyukainya. produsernya jadi terlihat serakah dan ingin menghasilkan uang sebanyak-banyaknya dari cerita dan tokoh-tokoh tersebut. beberapa contoh film telah menghasilkan banyak sekuel misalnya the matrix, john wixk, terminator, transformers, harry potter, film-film MCU. Banyak sekali. awalnya aku suka karena ceritanya berlanjut karena ceritanya berlanjut dan berkembang. tapi kalau sudah terlalu banyak jadi eneg. kayak bosan.

nonton tron: ares

 malam ini aku nonton film tron: ares. ternyata keren. ares yang selama ini dikenal sebagai dewa perang tidak mengobarkan perang. dia sebaliknya, jadi beperasaan. dia tidak menghancurkan dan membunuh. sebaliknya, dia melindungi. dan yang menjadi lawan bukan dia, tapi athena. padahal athena dewa kebijaksanaan. athena jadi pengobar perang. mungkin karena mereka hanya program keamanan dari dlilinger system, perusahaan yang jadi antagonis. penampilan athena berkebalikan. dia tidak feminin dan berras yunani yang putih. sebaliknya, dia berkulit gelap, rambut pendek dan maskulin. mungkin karena agenda woke yang masif di disney. tokoh antagonis utama yang jadi bos kukira dia akan kalah dibunuh oleh ares tapi ternyata tidak. dia kehilangan ibunya. kukira dia akan kehilangan pekerjaan atau dipecat atau ditangkap polisi tapi ternyata dia kabur ke dalam grid, dunia dalam jaringan dilinger system.